loading...
Pengurus
testis-besar-doktersehat

-Testis adalah salah satu organ yang sangat penting bagi pria. Organ yang ukurannya tidak terlalu besar dan sepasang ini berguna untuk menghasilkan sperma. Kalau organ ini tidak berfungsi dengan baik, pria akan susah menghasilkan keturunan karena mereka tidak akan subur. Selain itu, testis juga menghasilkan hormon seks pria atau testosteron.

Testis yang dimiliki seorang pria umumnya tidak memiliki ukuran yang sama. Bagian kiri dan kanan ada sedikit perbedaan. Namun, pada kondisi tertentu salah satu testis akan membesar dan tidak normal. Pembesaran ini bisa terjadi karena faktor keturunan atau karena ada kondisi medis tertentu.

Pria dan kecenderungan testis besar

Pria dengan ukuran testis yang besar memiliki beberapa kecenderungan seperti gangguan kesehatan dan juga komplikasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 dan dipublikasikan pada Journal of Sexual Medicine, pria dengan volume testis yang besar rentan sekali mengalami gangguan kardiovaskular seperti penyakit jantung.

Pria dengan ukuran testis yang besar juga berhubungan dengan volume testosteron yang besar. Hormon ini memang sangat bermanfaat untuk pria khususnya yang berhubungan dengan seks. Namun, ada kalanya kelebihan hormon ini menyebabkan masalah yang besar seperti pria yang menjadi lebih agresif dan terobsesi dengan seks secara berlebihan.

Secara umum ukuran testis yang besar memang tidak begitu baik untuk pria. Namun dari beberapa studi yang dilakukan, pria dengan ukuran testis lebih kecil kemungkinan besar lebih mudah mengasuh anak. Dari sini terlihat kalau pria dengan ukuran testis besar bisa jadi sebaliknya akibat pengaruh hormon seks berlebihan.

Penyebab testis mengalami pembesaran

Pembesaran testis yang terjadi pada pria bisa disebabkan oleh banyak hal termasuk alami dan faktor medis. Untuk faktor medis, beberapa kondisi di bawah inilah yang menyebabkannya.

  1. Hidrosel

Hidrosel adalah kondisi yang membuat testis dikelilingi oleh cairan dalam jumlah banyak. Cairan ini menyebabkan skrotum menjadi bengkak dan terlihat sangat membesar. Pria bisa mengalami hidrosel kalau mereka mengalami luka atau trauma di dekat skrotum. Selanjutnya infeksi pada testis juga membuat organ ini terus membesar.

Infeksi dan inflamasi pada epididimis juga menyebabkan testis jadi membesar dan membuat skrotum terasa penuh. Beberapa kondisi hidrosel biasanya sembuh dengan sendirinya. Namun, kalau ada rasa sakit yang sangat tidak nyaman, ada baiknya segera melakukan pemeriksaan.

  1. Varikokel

Varikokel adalah inflamasi pada pembuluh darah yang ada di testis. Pembuluh darah ini menyebabkan organ ini jadi membesar. Pria dengan kondisi varikokel mungkin tidak akan mengalami banyak gangguan pada tubuhnya. Namun, kalau ini terus berlanjut ada kemungkinan seorang pria akan mengalami kemandulan.

  1. Spermatocele

Spermatocele adalah kista yang berbentuk jaringan dengan isi cairan dan menempel pada epididimis. Kista bisa membesar dan membuat testis terlihat membengkak. Spermatocele tidak menyebabkan gangguan pada tubuh dan kadang tidak memiliki gejala. Namun, kalau sudah sangat besar bisa menyebabkan pembengkakan dan nyeri. Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan operasi.

  1. Testicular torsion

Setiap testis akan terhubung dengan saluran panjang yang membuat organ ini menggantung. Nah, organ ini berguna untuk menyalurkan sperma yang dihasilkan oleh testis. Pada kondisi tertentu testis akan mengalami masalah seperti terpelintir. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan. Testicular torsion bisa menyebabkan kerusakan testis dan mengganggu penyaluran sperma.

  1. Kanker testis

Kondisi medis terakhir yang menyebabkan masalah seperti pembesaran dan rasa sakit adakah kanker testis. Kanker menyebabkan testis membesar dan setiap mengalami ejakulasi terasa sakit. Air mani yang keluar bisa jadi terdapat bercak darah. Kalau sudah mengalami kondisi ini perawatan harus dilakukan untuk menghilangkan kanker dari testis.

Cara cek kesehatan testis

Karena beberapa pembesaran testis memberikan dampak buruk pada tubuh, kita disarankan untuk melakukan pengecekan dengan rutin. Dengan pengecekan ini kita akan tahu ada atau tidaknya risiko yang akan dialami oleh tubuh.

  • Berdiri di depan cermin dengan telanjang atau hanya melepas bagian celana saja. Pastikan tubuh dalam kondisi relaks seperti baru saja mandi dengan air hangat. Lihat kondisi testis sebelah kiri dan kanan. Biasanya dalam kondisi relaks akan menggantung. Perhatikan apakah tinggi testis kiri dan kanan ada perbedaan. Selanjutnya perhatikan juga ukurannya.
  • Sentuh testis sebelah kiri dan kanan untuk membandingkan ukurannya. Kalau ada sedikit perbedaan itu sangat wajar. Namun, kalau perbedaannya terlalu besar antara kiri dan kanan, Anda harus segera melakukan pengecekan lanjutan.
  • Pegang testis kiri atau kanan secara bergantian. Gerakkan jari melingkar untuk merasakan ada atau tidaknya benjolan yang tidak normal. Benjolan ini bisa jadi karena ada varikokel atau hidrosel. Kalau tidak ada gangguan atau masalah Anda bisa melanjutkan ke langkah selanjutnya.
  • Coba sedikit tekan bagian atas testis atau agak tarik ke bawah. Kalau tidak ada gangguan pria tidak akan merasakan masalah seperti rasa sakit. Namun, kalau pria sampai merasakan sakit dan terasa tidak nyaman berarti ada gangguan entah itu kanker atau testicular torsion, segera lakukan pemeriksaan.
  • Kalau Anda merasa sering mengalami sakit saat ereksi, melakukan seks, hingga saat melakukan ejakulasi. Segera datang ke dokter. Kondisi ini adalah tanda gangguan pada testis yang cukup parah.

Ukuran testis pria juga ternyata menentukan kesehatan dan juga masalah kesuburannya. Oleh karena itu kita disarankan untuk lebih bisa menjaga kesehatan testis dan sering mengeceknya sehingga kita bisa mengetahui ada atau tidaknya gangguan pada testis.

Sumber : DokterSehat.Com