loading...
Pengurus
sakit-perut-sembelit-diare-asam-lambung-doktersehat

Diare sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang sepele. Masalahnya adalah penyakit ini bisa membuat kita kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Bagaimana tidak, kita harus bolak-balik ke toilet demi buang air besar. Selain itu, pikiran tentu tidak tenang karena perut yang terasa tidak karuan. Karena alasan inilah sebaiknya kita menjaga gaya hidup sehat agar tidak mudah terkena diare.

Penyebab diare yang paling umum

Pakar kesehatan menyebut diare seringkali terjadi akibat gaya hidup yang buruk. Masalahnya adalah masih banyak orang yang menganggap remeh hal ini sehingga membuat frekuensi terjadinya masalah pencernaan ini semakin meningkat.

Berikut adalah beberapa penyebab diare yang sebaiknya tidak kita sepelekan.

  1. Dipicu oleh bakteri dan virus

Pakar kesehatan dr. Roger Harms dari Mayo Clinic menyebut penyebab utama dari diare adalah virus dan bakteri. Sebagai contoh, bakteri salmonella dan Escherichia coli bisa menyebabkan datangnya gangguan pencernaan ini. Bakteri-bakteri ini memicu infeksi sehingga akhirnya membuat kinerja pencernaan terganggu. Gejalanya bisa berupa perut yang terasa nyeri hingga kotoran yang sangat cair.

  1. Kebiasaan malas cuci tangan

Salah satu penyebab paling utama dari masalah diare adalah kebiasaan malas mencuci tangan, khususnya sebelum makan. Selain itu, jika kita hanya mencuci tangan dengan air saja, tanpa sabun, maka efeknya juga tidak begitu signifikan. Hal ini disebabkan olah berbagai bakteri, virus, dan jamur yang baru bisa mati jika terpapar sabun cuci tangan yang kita gunakan.

Pastikan untuk selalu mencuci tangan sebelum makan. Selain itu, jika kita baru saja keluar dari toilet, memegang uang, memegang ponsel, memegang menu restoran, dan memegang benda-benda lain yang pernah disentuh banyak orang, sebaiknya segera mencuci tangan dengan sabun demi mencegah paparan bakteri dan virus penyebab datangnya diare tersebut.

  1. Makan sembarangan

Banyak orang yang masih makan dengan sembarangan. Sebagai contoh, saat makan di luar rumah, kita bisa dengan santai membeli makanan di warung-warung atau penjual kaki lima yang sebenarnya tidak higienis. Makanan-makanan yang dibiarkan terbuka mudah terpapar debu, kotoran, hingga lalat pembawa bibit penyakit. Selain itu, jika proses pengolahan makanan juga tidak higienis, maka mengonsumsi makanan tersebut juga bisa menyebabkan datangnya diare.

Kita juga sebaiknya tidak sembarangan memakan makanan yang jatuh ke lantai atau sudah dikerubungi semut dan cicak. Makanan-makanan tersebut bisa jadi sudah terkontaminasi bakteri atau virus penyebab datangnya penyakit.

  1. Mengalami intoleransi laktosa

Bagi sebagian orang, susu termasuk dalam minuman yang harus dihindari. Hal ini disebabkan oleh masalah intoleransi laktosa yang mereka derita. Sebagai informasi, ada sebagian orang di dunia yang ternyata mengalami kesulitan untuk mencerna laktosa, kandungan gula di dalam susu. Hal ini bisa menyebabkan gejala seperti mual-mual, kembung, dan diare yang cukup parah.

Masalahnya adalah kasus intoleransi laktosa umum terjadi di Benua Asia, termasuk di Indonesia. Jika kita termasuk dalam orang yang mengalami masalah kesehatan ini, sebaiknya segera mengganti asupan susu dengan susu nabati atau yoghurt yang biasanya masih aman untuk dikonsumsi penderita intoleransi laktosa.

  1. Efek konsumsi obat-obatan tertentu

Bagi sebagian orang, mengonsumsi obat-obatan berjenis antibiotik ternyata juga bisa menyebabkan datangnya efek samping berupa diare. Hal ini disebabkan oleh antibiotik yang justru merusak komposisi bakteri di dalam usus, termasuk bakteri-bakteri baik yang sangat penting bagi pencernaan. Kondisi inilah yang akhirnya memicu datangnya diare.

Sumber : DokterSehat.Com