Pengurus
bahaya-begadang-doktersehat

Kanker sebenarnya lebih terkait dengan gaya hidup yang buruk. Masalahnya adalah jika kita memilih pekerjaan yang kurang baik, risiko untuk terkena penyakit ini juga akan meningkat. Lantas, pekerjaan apa sajakah yang bisa membuat risiko terkena kanker meningkat dengan drastis?

Beberapa pekerjaan yang bisa meningkatkan risiko kanker

American Cancer Society merangkum beberapa jenis pekerjaan yang ternyata bisa membuat risiko terkena kanker meningkat. Pekerjaan-pekerjaan ini bisa membuat kita terpapar radiasi, mengganggu ritme sirkadian tubuh, hingga memicu dampak-dampak lainnya yang bisa meningkatkan risiko kanker.

Berikut adalah berbagai pekerjaan-pekerjaan tersebut.

  1. Pekerja bangunan

Pekerja bangunan atau pekerja konstruksi ternyata memiliki risiko tinggi untuk terkena kanker. Salah satu jenis kanker yang bisa menyerang mereka adalah kanker kulit. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan pekerja bangunan untuk terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama. Bahkan, cukup banyak pekerja konstruksi yang harus merelakan kulitnya gosong karena terus terpanggang sinar matahari.

Sinar matahari di siang panas nan terik memang bisa menyebabkan peningkatan risiko kanker kulit dengan signifikan.

Pekerja bangunan ternyata juga rentan terkena kanker mesothelomia, kanker yang bisa menyerang organ paru-paru dan dikenal sangat mematikan. Hal ini lebih sering terjadi pada pekerja konstruksi yang harus sering terpapar oleh asbes, salah satu bahan bangunan yang dipakai sebagai partisi, atap, dan langit-langit rumah.

  1. Pekerja shift

Apapun jenis pekerjaannya, baik itu buruh kasar atau pekerja kantoran, jika mereka harus bekerja dengan sistem shift atau terkadang bisa bekerja di siang hari dan di hari lainnya bekerja di malam hari, maka mereka akan lebih berisiko terkena kanker.

Sistem kerja shift akan mengacaukan jam biologis tubuh. Tak hanya membuat kekacauan siklus tidur, hal ini juga akan mengacaukan berbagai fungsi dan sistem di dalam tubuh seperti hormon dan sistem metabolisme. Hal ini tentu bisa meningkatkan perkembangan sel-sel abnormal yang bisa berujung menjadi kanker.

Pakar kesehatan menyebut pekerja shift lebih rentan mengalami kanker payudara, kanker paru-paru, penyakit jantung, dan masalah kardiovaskular lainnya.

  1. Pilot dan kru penerbangan

Mereka yang bekerja di pesawat terbang, baik itu pilot, pramugari, atau kru penerbangan lainnya ternyata juga lebih rentan terkena kanker. Hal ini disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet dan radiasi yang ada di dalam pesawat yang ternyata cukup tinggi. Paparan ini bisa meningkatkan risiko kanker kulit.

  1. Pekerja industri dan jasa kecantikan

Mereka yang bekerja di industri dan jasa kecantikan, baik itu di pabrik pembuatan kosmetik atau bahkan di salon-salon yang melayani manikir dan pedikur ternyata jauh lebih rentan terkena kanker.

Sebagai contoh, sebuah penelitian membuktikan bahwa pekerja manikur dan pedikur lebih rentan terkena kanker limfoma dan myeloma. Hal ini disebabkan oleh paparan bahan kimia yang ada dalam produk cat, pembersih, dan penguat kuku.

Bahan-bahan kimia seperti formalin dan titanium dioksida ini ternyata bisa terhirup saat digunakan. Hal inilah yang akhirnya merusak sistem kekebalan tubuh sekaligus meningkatkan risiko kanker.

Selain itu, mereka yang bekerja sebagai penata rambut ternyata juga lebih rentan terkena kanker kandung kemih, kanker laring, dan kanker paru-paru. Hal ini disebabkan oleh tingginya paparan bahan kimia yang berasal dari produk pewarna atau perawatan rambut lainnya.

  1. Pekerja industri pengolahan karet

Mereka yang bekerja di dunia industri pengolahan karet seperti di pabrik ban ternyata lebih rentan terkena kanker perut, kanker paru-paru, kanker kandung kemih, leukemia, dan kanker limfoma. Paparan bahan kimia yang digunakan untuk mengolah produk karet ini ternyata bisa memicu perkembangan sel-sel abnormal penyebab kanker.

Sumber : DokterSehat.Com